• Home
  • Tahukah kamu?
  • Daftar Re-quest
  • Contact Us
  • Privacy Policy

Review Jurnal: The Effect Investment Opportunity Set On The Dividend Policy

Review Jurnal
THE EFFECT INVESTMENT OPPORTUNITY SET ON THE DIVIDEND POLICY
Indriati Sumarni
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong
Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Kec. Murung Pudak Tanjung
Kab. Tabalong

Oleh:
Yuda E. Saputra (214 057 20202 2035)
Adm. Business STIA Tabalong

A. PENDAHULUAN
Sebelum membahas lebih jauh mengenai isi jurnal maka terlebih dahulu akan diterangkan apa yang dimaksud dengan Investmen Opportunity Set dan kebijakan dividen. Kegiatan penempatan modal yang dilakukan oleh investor pada saat ini dengan harapan untuk mendapatkan pengembalian yang lebih besar dimasa yang akan datang. Lalu Investmen Opportunity Set atau IOS adalah konsep yang merangkum tentang keputusan untuk melakukan investasi.
Kebijakan dividen merupakan keputusan yang ditetaptan oleh perusahaan untuk menentukan besarnya laba yang dibagikan dalam bentuk dividen. Dividen sendiri adalah informasi tentang tingkat keuntungan sekarang maupun masa yang akan datang.

B. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian merupakan penelitian kausalitas, yaitu penelitian yang digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab akibat antara variable independen dan variable dependen. Lalu objek penelitian dalam jurnal adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tanggal 2 Januari 2010 s/d 31 Desember 2011.
Sumber data menggunakan data sekunder yang diperoleh dari terbitan Indonesian Capital Market Directory tahun 2011 dan 2012 serta data dari www.idx.co.id.

Populasi, Ukuran Sampel Dan Teknik Sampling
Populasi pada jurnal ini sebanyak 292 perusahaan manufaktur yang sudah tercatat di BEI tahun 2010 dan 2011 yang diterbitkan oleh ICMD 2011 dan 2012. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling¸ yaitu tenknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012:85). Kriteria pemilihan sampel dalam jurnal dapat dilihat pada table 1 dibawah, dimana tersisa 58 perusahaan yang masuk criteria dan akan dijadikan sampel.


Variabel Dan Definisi Operasi Variabel
Pengukuran variable dalam jurnal ini menggunakan skala rasio. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah variable dividend payout ratio (DPR).

Variabel independen yang digunakan dalam jurnal ini ada empat buah variable, sebagai berikut:
a. Variabel ratio market to book value of equity (MVEBVE) (X1)

b. Variabel ratio price to earning (PER) (X2)

c. Variabel capital expenditure to market value of assets (CAPXA) (X3)


d. Variabel depreciation expense to firm value (X4)
 


Metode Analisis Data
Tujuan analisis data adalah menyederhanakan data ke dalam bentuk-bentuk yang mudah dibaca untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari kegiatan yang diteliti, untuk mencari pengaruh variable dependen dan independen. Lalu jurnal ini menggunakan analisis regresi dengan bantuan SPSS 17.

Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam jurnal ini menggunakan teknik regresi linier berganda. Tujuannya adalah agar hasil dari data dapat diinterpretasikan secara tepat dan efisien.

C. HASIL PENELITIAN
Hasil Pengujian Hipotesis
Pada bagian ini dilakukan pengujian terhadap 58 sampel yang masuk dalam kriteria penelitian. Dapat dilihat pada table 2 yang menunjukkan statistic deskriptif data.

  • LnMVEBVE menunjukkan nilai minimum pada PT Multisrada Arah Sarana Tbk dan nilai maksimum pada PT Unilever Indonesia TBK 
  • LnPER menunjukkan nilai minimum pada PT Multisrada Arah Sarana Tbk dan nilai maksimum pada PT Modern International TBK 
  • LnCAPXA menunjukkan nilai minimum pada PT Merck Tbk dan nilai maksimum pada PT Multistrada Arah Sarana 
  • LnDEPV menunjukkan nilai minimum pada PT Semen Gresik dan nilai maksimum pada PT Berlina Tbk

Hasil Analisis Regresi
1. Uji Asumsi Klasik¸merupakan prasyarat menggunakan analisis regresi linier. Uji ini antara lain uji normalitas residual, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Jika salah satu uji atau semuanya dilanggar maka hasil analisis regresi dan pengujian seperti uji-t dan uji-F menjadi tidak valid atau bias. (Priyatno, 2013: 49)
a. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada table 3 menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0.232. Menunjukkan bahwa residual terdistribusi normal.



Pengujian normalitas data pada Gambar 1 menunjukkan titik-titik- yang menyebar berada disekitar garis mengikuti diagonal, maka residual pada model regresi tersebut terdistribusi secara normal.


b. Hasil uji Multikolinearitas pada table 4 menunjukkan bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0.1 untuk keempat variable. Disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas.


c. Hasil uji Autorelasi pada table 5 menunjukkan bahwa DW berada di daerah dU dan 4-dU. Disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah pada pengujian variable DPR.


d. Hasil uji Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa titik-tik pada gambar 2 menyebar dengan pola yang tidak jelas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heterokedastisitas pada model regresi penelitian ini.

Hasil Pengujian Hipotesis
a. Uji F (Simultan) pada table 6 menunjukkan bahwa variabel LnMVEBVE, LnPER, LnCAPXA dan LnDEPV secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap DPR.

b. Uji t (Parsial) pada table 7 menunjukkan pengaruh dari variable terhadap DPR.

Koefisien Determinasi (Adjusted R2)

Pada table 8 dapat dilihat bahwa Nilai (Adjusted R2) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan. Nilai Adjusted R2 sebesar 19.1% berarti variasi model DPR dapat  dijelaskan oleh keempat variabel independen yaitu LnMVEBVE, LnPER, LnCAPXA dan LnDEPV, Sisanya 80.9% (100% - 19.1%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini yaitu market to book value of asset (MVABVA), capital expenditure to book value asset (CAPXV), firm value to property-plant and equipment (PPEV), varian of total return (VARRET), dividend yield.
Kemudian berdasarkan tabel 8 hasil pada pengujian keempat variabel independen LnMVEBVE (X1), LnPER (X2), LnCAPXA (X3), LnDEPV (X4) terhadap variabel dependen DPR (Y) dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0.05) dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: DPR = -57.625 – 15.162 X1 + 18.803 X2 – 6.572 X3 yang menghasilkan.
  • Koefisien LnMVEBVE (X1) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel DPR 
  • Koefisien variabel LnPER (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap variabel DPR 
  • Koefisien variabel LnCAPXA (X3) tidak berpengaruh terhadap variabel DPR

Pembahasan Hasil Penelitian
Pengaruh market to book value equity terhadap dividend payout ratio, pada jurnal ini market to book value equity bernilai negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio. Karena perusahaan memiliki pilihan untuk menahan pembagian dividen untuk modal investasi, namun ketika investasi dirasa buruk lalulah perusahaan membagikan dividen yang lebih besar.

Pengaruh price to earnings ratio terhadap dividend payout ratio, berdasarkan pada hasil uji regresi menujukkan bahwa variabel price to earnings ratio berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio. Investor memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap perubahan laba pada masa depan. Kondisi perusahaan yang bagus akan membuat investor tertarik untuk menanmkan modalnya dan perusahaan akan memperoleh laba yang semakin besar dan dividen yang akan dibagikan pun turut meningkat.

Pengaruh capital expenditure to market value of total assets terhadap dividend payout ratio, Hasil pengujian terhadap variabel LnCAPXA menunjukkan nilai negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio. Karena perusahaan menahan laba yang dihasilkan lalu dialokasikan untuk melakukan expansi. Sehingga dividen yang dibagikan rendah.

Pengaruh depreciation expense to firm value terhadap dividend-payout
ratio, hasil penelitian menunjukkan variabel depreciation expense to firm value tidak signifikan terhadap dividend payout ratio. Karena semakin banyak jumlah aset yang dimiliki akan semakin mengurangi laba karena akan menambah biaya penyusutan atas aset yang dimiliki, maka tingkat persentase pembagian jumlah dividen akan semakin menurun.

D. KESIMPULAN
  1. Pada bagian kesimpulan dapat dikatakan bahwa variable MVEBVE berpengaruh negative signifikan terhadap DPR, variable PER berpengaruh positif signifikan terhadap DPR, variable CAPXA berpengaruh negative signifikan terhadap DPR, dan variable DEPV tidak signifikan terhadap DPR. 
  2. Dapat disimpulkan bahwa variable memberikan pengaruh yang sangat kecil terhadap DPR, oleh karna itu para pemegang saham dan manajemen perusahaan perlu mempertimbangkan periode data sebagai masuka dalampengambilan keputusan investasi maupun penetapan kebijakan dividen. 
  3. DPR amat sangat mempengaruhi kebijakan dividen, karena perusahaan juga harus membagi laba untuk modal perusahaan.

No comments:

Post a Comment